Jumat, 29 September 2017

Cerita Kancut (Part 2) : Terjebak logika simbok edisi mahasiswa

Kembali mengenang katiman yang malang cerita ini pun dipersingkat. Dikisahkan katiman kehilangan tambatan hati waktu jadi mahasiswa di kota 9 matahari. Disini gak diceritakan bagaimana dan apa sebabnya karena sudah lalu dan gak penting juga. Masih ingat permainan logika simbok sebelumnya? Di masa kuliah ini simbok memainkan jurusnya lagi tetapi pada tingkat kedua.
“Le kamu punya pacar di kampus?” lagi-lagi simbok interogasi.
“Gak Buk, saya fokus kuliah dan organisasi.” jawaban jujur katiman yang tidak dipercaya simbok.
“Masih kuliah gak usah pacaran lah yang fokus. Nanti kalau sudah lulus bisa cari uang sendiri malah bisa dapet cewek yang lebih baik lagi.” jurus tingkat kedua dikeluarkan simbok.
“Iya Buk saya akan fokus kuliah dan lulus tepat waktu” katiman berjanji dengan sepenuh hati.
Sebenarnya Katiman tahu maksud dari permainan logika simbok, kuliah di kota orang yang jauh dari kampung pasti simbok tidak ingin anaknya gagal apalagi terganggu akibat pergaulan anak muda. Biaya untuk hidup dan bayar kuliah cukup mahal untuk orang tuanya yang hanya PNS biasa. Simbok adalah orang yang suka mengajak anaknya berpikir bersama dan saling memahami tanpa hanya menyuruh ini dan itu. Simbok selalu cerita bagaimana modal kuliah didapat dari hutang dan dicicil setiap bulan, dari sini simbok berharap katiman bisa paham bagaimana dia bisa kuliah dan lebih semangat dalam menuntut ilmu. Meski dengan susah payah membiayai kuliah katiman tapi simbok selalu mengajarkan menjadi orang jujur dan selalu bersyukur. Suatu saat katiman tergoda untuk mengajukan beasiswa bareng teman-temannya, maklum di kampus katiman beasiswa diobral dengan syarat yang mudah. Hasil beasiswa biasanya bisa buat beli HP baru atau sekedar ditabung untuk kebutuhan lain. Salah satu syarat adalah membuat surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Hingga ada percakapan suatu sore ketika katiman pulang kampung.
“Buk saya mau daftar beasiswa, lumayan duitnya bisa ditabung.” katiman memulai.
“Ya gak papa kalau dapat alhamdulillah.” simbok mendukung.
“Ini syaratnya saya harus buat surat keterangan tidak mampu dari kelurahan bagamana buk?” katiman meminta pertimbangan simbok.
“Kalau harus pakai surat keterangan tidak mampu gak usah aja, itu sama saja bohong meski berat tapi Bapak Ibuk masih bisa biayai kamu kuliah Le.” simbok menjelaskan.
“Iya buk, kalau gitu gak jadi saja” katiman akhirnya mengurungkan niatnya.
Simbok selalu mengajarkan untuk jujur dalam hidup, kalau kita masih diberi kemampuan tapi berbohong menjadi tidak mampu maka suatu saat Tuhan bisa membuatmu menjadi orang yang benar-benar tidak mampu seperti yang kamu dustakan. Simbok juga menjelaskan susah beratnya membiayai kuliah anaknya akan menjadi ladang amal jariyah yang meringankan di akhirat nanti. Simbok tidak bisa memberi warisan harta yang berlimpah tapi akan selalu diusahakan sekuat tenaga jika itu masalah pendidikan anaknya, karena  ilmu adalah warisan yang tidak akan pernah berkurang dan akan selalu bertambah.
Begitulah kisah katiman pada masa kuliah, selama kuliah tidak pernah sekalipun berpacaran dengan gadis yang disukainya. Memang katiman cukup tersita waktunya berkecimpung dalam organisasi mahasiswa saat itu, dan katiman juga sedikit percaya dengan jurus tingkat dua dari simboknya yang membuatnya gak terlalu mikir masalah percintaan ala mahasiswa. Pernah beberapa kali mendekati gadis tapi tak pernah katiman menemukan gadis yang benar-benar menarik hatinya. Akankah katiman menemukan gadis yang menarik hatinya?

Gresik, 29-09-2017 14.03 WIB

Rabu, 27 September 2017

Cerita Kancut (Part 1) : Prolog

Perkenalkan nama katiman, pemuda setengah tanggung seperti telur yang sudah ada embrionya tapi gagal menetas. Konon katanya waktu masih kecil katiman adalah seorang anak yang cukup ganteng, berbekal kulit putih dan rambut lurus ala john lennon sampai ada seorang saudara jauh pernah memujinya.
“wah katiman nanti kalo gedhe pasti suka gandeng banyak cewek.!” ujar seorang emak-emak dengan yakin.
Sudah bisa dipastikan ramalan diatas benar terjadi, maksudnya benar-benar hanya jadi mimpi di siang bolong. Kelas 1 sampai kelas 4 katiman memiliki ukuran baju yang hampir tidak pernah bergeser. Suatu saat negara api menyerang dan katiman tumbuh luar biasa tidak terkontrol, setiap catur wulan (sistem pendidikan pada saat itu) selalu beli baju baru akibat ukuran tubuh yang menggila. Alhasil prediksi akan mirip  john lennon sekarang malah jadi identik dengan kim jong un.
Singkat cerita katiman sudah ABG dan mulai main hati, biasalah untuk usia anak SMA. Sang simbok  takut dengan pergaulan bebas anak remaja kala itu mengeluarkan sebuah jurus ampuh agar anaknya gak main cinta.
“Le kamu punya pacar.?” interogasi dari simbok dimulai.
“Tidak buk, saya gak punya cewek.” ungkapan kebohongan katiman yang pasti tidak dipercaya simbok.
“Beneran? Mbok ya gak usah pacaran dulu Le, nanti kalau kamu diterima di kampus favorit seperti ITS atau UGM pasti bisa dapet cewek yang lebih cantik lagi.” simbok mengeluarkan jurusnya.
“iya buk.” jawaban klise katiman untuk menyenangkan orang tuanya.
permainan logika tingkat pertama simbok ini bagaikan lagu iming-iming yang sering dinyanyikan oleh Rere Amora bersama orkes dangdut Monata. Begitulah jurus yang digunakan simbok untuk menjaga anaknya agar tidak terjerumus pergaulan bebas. Tanpa dalil agama yang bisa memberi surga dan mengancam neraka, melainkan hanya dengan iming-iming sesuai dengan logika anak remaja. Apapun caranya tujuan adalah sama, untuk kebaikan seorang anak pula.

Gresik, 27-09-2017 18.38 WIB

Tarian Politis diantara komunis dan ISIS



Perhelatan politik tak henti-hentinya gaduh sejak pilpres 2014 lalu. Masih teringat diskusi dengan teman sekontrakan tentang jokowi yang saat itu desas-desus akan maju sebagai presiden, dengan tegas saya berada pada kubu anti jokowi. Alasan saya jokowi sudah loncat sekali dari solo menuju jakarta bisa saya maklumi, tapi jika meloncat lagi sebelum menyelesaikan amanahnya sebagai gubernur DKI jokowi pasti belum mempunyai blueprint untuk 5 tahun kedepan sebagai presiden. Hingga akhirnya kini jokowi tetap jadi presiden, ya presiden saya juga..
sekarang 2017 politik mulai gaduh lagi menjelang peringatan G30S, isu kebangkitan PKI semakin mencuat dan ramai dimana-mana. Dukungan untuk memutar film penuh propaganda Orba banyak disuarakan terutama oleh golongan kanan. Sejarah tentang PKI memang harus diketahui oleh generasi muda tapi tidak dengan film itu juga. Satu hal yang saya khawatirkan, phobia tentang PKI ini adalah sebuah skenario politik. setelah tertanam ketakutan yang berlebih tentang komunis dalam masyarakat luas maka mudah disulut sebuah ‘civil war’ dengan dalih komunis. Reaksi berlebih juga dapat dimanfaatkan elite politik untuk menghabisi lawannya dengan satu tuduhan yang terkadang belum didukung fakta akurat bahwa tertuduh adalah benar-benar berpaham komunis. Masyarakat harus lebih cermat melihat politik dunia, komunis sudah usang. Negara yang dulu sebagai pelopor komunis sekarang sudah beralih ke kapitalis. hanya negara tirani yang mampu bertahan dan itu sangat sulit diimplementasikan di negara kita yang sudah sangat liberal secara masalah keterbukaan informasi. Komunis dilarang di negeri ini sudah final, kita harus waspada dengan kebangkitannya tapi tidak berlebihan juga..
paham komunis yang mampu menggerakkan manusia untuk menghalalkan segala cara meraih kekuasaan dengan iming-iming materi dalam hal ini berupa kesetaraan sosial. Namun ada paham baru yang perlu sangat kita waspadai, paham yang dibawa ISIS juga sangat berbahaya. Mereka tak menawarkan materi lagi tapi mereka sudah menawarkan surga hingga seseorang mampu menghalalkan segala cara. golongan kanan yang saya sebutkan diatas seakan tutup mata dengan hal ini, mereka mengatakan ISIS hanya isapan jempol. komunis dan paham ISIS ini menurut saya bagai pinang dibelah dua, paham intoleran yang menganggap diri mereka paling benar sehingga mereka mampu melakukan apapun terhadap orang diluar mereka..
Bagi elite politik isu komunis dan juga ISIS ini sangat mungkin dimanfaatkan dalam perebutan kekuasaan sebentar lagi. saya hanya berharap masyarakat lebih cerdas dan tidak mudah tergiring opini. perkembangan teknologi sosial media memang sangat ampuh untuk menebar opini dan propaganda, semoga kita bisa lebih bijak dalam menggunakannya. Dalam kegaduhan politik yang tak ada habisnya, semoga negeri ini tetap aman sentosa.

Gresik, 26-09-2017 02.04 WIB

Jumat, 02 Desember 2016

Apa kabar catatan lama

Sudah lebih dari 5 tahun setelah posting terakhir di blog ini, tiba-tiba hari ini begitu tertarik untuk mengunjungi blog yang saya buat waktu masih mahasiswa.
apa kabarmu catatan?
mungkin saya akan kembali bercengkrama denganmu lagi, mencoba mengabadikan moment hidup dengan sebuah tulisan.
selamat datang kembali wahai catatan waktu, semoga aku bisa selalu mengunjungimu.

//wikaaditya