Kembali mengenang katiman yang malang cerita ini pun dipersingkat. Dikisahkan katiman kehilangan tambatan hati waktu jadi mahasiswa di kota 9 matahari. Disini gak diceritakan bagaimana dan apa sebabnya karena sudah lalu dan gak penting juga. Masih ingat permainan logika simbok sebelumnya? Di masa kuliah ini simbok memainkan jurusnya lagi tetapi pada tingkat kedua.
“Le kamu punya pacar di kampus?” lagi-lagi simbok interogasi.
“Gak Buk, saya fokus kuliah dan organisasi.” jawaban jujur katiman yang tidak dipercaya simbok.
“Masih kuliah gak usah pacaran lah yang fokus. Nanti kalau sudah lulus bisa cari uang sendiri malah bisa dapet cewek yang lebih baik lagi.” jurus tingkat kedua dikeluarkan simbok.
“Iya Buk saya akan fokus kuliah dan lulus tepat waktu” katiman berjanji dengan sepenuh hati.
Sebenarnya Katiman tahu maksud dari permainan logika simbok, kuliah di kota orang yang jauh dari kampung pasti simbok tidak ingin anaknya gagal apalagi terganggu akibat pergaulan anak muda. Biaya untuk hidup dan bayar kuliah cukup mahal untuk orang tuanya yang hanya PNS biasa. Simbok adalah orang yang suka mengajak anaknya berpikir bersama dan saling memahami tanpa hanya menyuruh ini dan itu. Simbok selalu cerita bagaimana modal kuliah didapat dari hutang dan dicicil setiap bulan, dari sini simbok berharap katiman bisa paham bagaimana dia bisa kuliah dan lebih semangat dalam menuntut ilmu. Meski dengan susah payah membiayai kuliah katiman tapi simbok selalu mengajarkan menjadi orang jujur dan selalu bersyukur. Suatu saat katiman tergoda untuk mengajukan beasiswa bareng teman-temannya, maklum di kampus katiman beasiswa diobral dengan syarat yang mudah. Hasil beasiswa biasanya bisa buat beli HP baru atau sekedar ditabung untuk kebutuhan lain. Salah satu syarat adalah membuat surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Hingga ada percakapan suatu sore ketika katiman pulang kampung.
“Buk saya mau daftar beasiswa, lumayan duitnya bisa ditabung.” katiman memulai.
“Ya gak papa kalau dapat alhamdulillah.” simbok mendukung.
“Ini syaratnya saya harus buat surat keterangan tidak mampu dari kelurahan bagamana buk?” katiman meminta pertimbangan simbok.
“Kalau harus pakai surat keterangan tidak mampu gak usah aja, itu sama saja bohong meski berat tapi Bapak Ibuk masih bisa biayai kamu kuliah Le.” simbok menjelaskan.
“Iya buk, kalau gitu gak jadi saja” katiman akhirnya mengurungkan niatnya.
Simbok selalu mengajarkan untuk jujur dalam hidup, kalau kita masih diberi kemampuan tapi berbohong menjadi tidak mampu maka suatu saat Tuhan bisa membuatmu menjadi orang yang benar-benar tidak mampu seperti yang kamu dustakan. Simbok juga menjelaskan susah beratnya membiayai kuliah anaknya akan menjadi ladang amal jariyah yang meringankan di akhirat nanti. Simbok tidak bisa memberi warisan harta yang berlimpah tapi akan selalu diusahakan sekuat tenaga jika itu masalah pendidikan anaknya, karena ilmu adalah warisan yang tidak akan pernah berkurang dan akan selalu bertambah.
Begitulah kisah katiman pada masa kuliah, selama kuliah tidak pernah sekalipun berpacaran dengan gadis yang disukainya. Memang katiman cukup tersita waktunya berkecimpung dalam organisasi mahasiswa saat itu, dan katiman juga sedikit percaya dengan jurus tingkat dua dari simboknya yang membuatnya gak terlalu mikir masalah percintaan ala mahasiswa. Pernah beberapa kali mendekati gadis tapi tak pernah katiman menemukan gadis yang benar-benar menarik hatinya. Akankah katiman menemukan gadis yang menarik hatinya?
Gresik, 29-09-2017 14.03 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar