
Sumpah pemuda merupakan sebuah momen dimana saat itu para pemuda Indonesia berikrar untuk bersatu dalam kesatuan bangsa, bahasa, dan tanah air Indonesia. Hal ini dilakukan untuk melawan kolonialisme yang telah ratusan tahun membelenggu bangsa
kaya raya ini. Saat itulah sebuah bangsa terlahir, bukan sebagai suku-suku bangsa lagi tapi sebagai sebuah bangsa yaitu bangsa Indonesia. Hal tersebut merupakan jalan yang ditempuh kaum muda saat itu dalam berjuang merebut kemerdekaan. Bukan hanya dengan jalan perang fisik, tetapi lebih kepada perang intelektual. Pemuda tahu bahwa bangsa ini memiliki potensi dan juga kekuatan yang luar biasa besar untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Persatuan merupakan sebuah kata mutlak untuk mengeluarkan potensi dan kekuatan yang telah lama terpendam dibawah poloitik adu domba yang menyebabkan bangsa ini tercerai-berai dan kehilangan kekuatannya. Tajuk bahwa kita satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air digunakan untuk memanggil jiwa-jiwa muda yang telah lapuk dimakan penindasan yang tak berujung. Mengapa harus kaum muda? Disinilah sebuah pemikiran besar itu muncul. Pemuda adalah sosok yang pantang menyerah dalam menggapai apa yang mereka inginkan, pemuda bagaikan sebuah api semangat abadi yang tak pernah mati. Sudah pasti, pemuda merupakan fase manusia dimana puncak potensi yang dimilikinya takkan tergantikan di masa-masa berikutnya. Dengan intelektual yang tinggi mereka bersatu untuk menjelma jadi sebuah kekuatan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh bangsa penjajah.
Sekarang, siapakah pemuda-pemuda itu di masa sekarang? Ya, kita para mahasiswa adalah pemuda-pemuda hebat itu. Tapi sekarang, apakah kita pantas jika disandingkan dengan mereka para pemuda yang benar-benar “pemuda” itu?
Pasti, Sudah tentu!!
Kita memiliki semangat juang tinggi, ini terbukti seberapa seringnya kita telat dan membolos kuliah dengan segala fasilitas lengkap yang kita miliki.
Kita punya semangat pengorbanan yang amat sangat, ketika kita mengantarkan kekasih hati untuk makan dengan berkorban meninggalkan berbagai amanah yang kita emban dan yang kita sepakati ketika masuk menjadi fungsionaris sebuah organisasi.
Kita selalu memperjuangkan hak rakyat miskin, dengan selalu mengajukan beasiswa tidak mampu untuk sekedar nonton film box office di bioskop beken ataupun beli handphone baru disaat teman-teman kita yang ‘lebih layak’ menerima uang itu masih gigit jari karena namanya tak terpampang di papan pengumuman penerima beasiswa tidak mampu.
Kita adalah pemuda dengan intelektual tinggi, ini jelas terbukti bagaimana cara kita menyelesaikan sebuah masalah dengan emosi tinggi dan berakhir dengan tawuran yang riuh sehingga kita tau siapa raja terkuat di ‘kampus rimba’ ini.
Kita adalah pemuda pendobrak moral bangsa yang bobrok ini dan kita adalah contoh yang wajib ditiru oleh adik-adik kita, hal tersebut dapat kita lakukan dengan berduaan bersama pacar di kos-kosan dengan pintu terkunci dari pagi sampai pagi lagi entah apa yang kita lakukan, hanya kita berdua dan Tuhan saja kok yang tahu tidak ada orang lain.
Ya, inilah kita penerus kehebatan pemuda yang bersumpah demi bersatunya bangsa ini dengan seluruh semangat dan dan nilai-nilai yang tak jauh beda dengan mereka. Kita adalah mahasiswa, kita penerus bangsa dengan segala peran fungsinya selalu berjuang demi kemajuan bangsa ini. Kemajuan yang seperti apa?
Entahlah…!!!
HIDUP MAHASISWA..!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar